Langsung ke konten utama

Postingan

Membangun Peradaban Dengan Perbaikan

 Membangun Peradaban Dengan Perubahan         Berbicara mengenai konsep beragama menurutku mirip dengan konsep ideologi. Bukan hanya ideologi sebagai  Idea  atau  Logos , melainkan juga ideologi sebagai sistem hidup. Itulah kenapa menurutku dalam beragama menjadi baik saja tidak cukup. Mari kita telaah lebih lanjut sebagai umat muslim terlebih sebagai mahasiswa yang berasal dari dua kata yaitu “maha” yang berarti lebih, paling dan “siswa” yang berarti pelajar. Jadi, kata mahasiswa berarti adalah pelajar yang paling tinggi kedudukannya dibanding tingkat pelajar yang lain. Seharusnya kita bisa lebih menyadari bahwa sebagai seorang yang terpelajar mesti juga bisa menjadi orang-orang yang melakukan perubahan terutama di lingkungannya. Tanpa kita sadari sejatinya perubahan tersebut yang pada akhirnya akan membawa manusia pada peradaban.      Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi cerita dengaan kalian mengenai kisahku dan teman-tem...

Latihan Kepemimpinan BEM UNS

Latihan Kepemimpinan BEM UNS      Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Halo temen-temen! Berjumpa lagi dengan aku Shinta Rahmasari (atau yang dikenal dengan shinta yang pake h). Ngga kerasa udah lama banget aku nggak ngisi blog ini dengan tulisan ya hehe. Hari ini aku mau cerita pengalamanku ketika mengikuti Latihan Kemepimpinan BEM UNS 2022. Nah Latihan Kepemimpinan ini dilaksanakan tepatnya pada tanggal 21 Mei 2022. Pemateri dalam kegiatan LK ini merupakan orang-orang special yang hebat dan menginspirasi loh! Pengen tau siapa aja? Kenalan yuk!     Pembicara pertama adalah Mas Narendra Rangga, seorang Mapres Utama BEM FK UNS, Penulis, Dokter, sekaligus Founder Bismillah Community. Beliau memberikan materi yang menurutku sangat relate dengan kita di masa sekarang.  Pertama, aku belajar mengenai branding yang bisa mempengaruhi self judgement orang lain terhadap diri kita . Intinya cap jelek dari orang lain terhadap kita itu masih bisa beru...

Budaya Patriarki Yang Masih Kental Dalam Film Yuni

Budaya Patriarki Yang Masih Kental Dalam Film Yuni        Yuni namanya, seorang perempuan yang kerap dijuluki memiliki ‘penyakit ungu’. Mulai dari pakaian, ikat rambut, tas ransel, motor, detergen, semua barang miliknya, jika ada opsi warna ungu, itulah yang akan ia pilih. Terkadang, Yuni mencuri barang teman-temannya. Ia diam-diam mengambil ikat rambut teman sekelasnya yang berwarna ungu, lalu mengincar case handphone temannya yang tergeletak di pojok lantai ruang kelas. Ternyata warna ungu yang menjadi obsesi Yuni jugalah warna yang menyimbolkan gerakan perempuan. Warna ini dipakai peringatan International Women’s Day dan menjadi salah satu simbol solidaritas publik untuk mendorong pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia. Ungu juga menyimbolkan ‘keadilan’ dan ‘harga diri’. Lewat Yuni, kita diajak mencari titik-titik kecil kebebasan ketika perempuan-perempuan Indonesia lahir, mencari arah, merekah, dan berserah. ...

Bagaimana Percaya Tuhan?

Bagaimana Percaya Tuhan?     Seorang manusia pada dasarnya sejak lahir memiliki sebuah fitrah/pegangan. Dari fitrah tersebut lahirlah kepercayaan. Kemudian timbul sebuah pertanyaan, apa yang kamu percayai? Atau, apa yang menjadi kepercayaan seorang manusia? Atau, Mengapa seorang manusia perlu memiliki sebuah kepercayaan? Jika aku simpulkan dari pokok diskusi kita malam itu, m anusia memang memerlukan suatu bentuk kepercayaan. Jika ditanya, "Kepercayaan merupakan suatu kebutuhan atau kebenaran?" jawabannya tentu keduanya. Kenapa? karena kepercayaan akan melahirkan tata nilai guna menopang hidup manusia. Tetapi selain itu dalam waktu yang sama juga harus merupakan kebenaran. Demikian pula cara berkepercayaan harus pula benar. Menganut kepercayaan yang salah bukan saja tidak dikehendaki akan tetapi bahkan berbahaya. Disebabkan kepercayaan itu diperlukan, maka dalam kenyataan kita temui bentuk-bentuk kepercayaan yang beraneka ragam di kalangan masyarakat.  Bentuk- ben...

Perbincangan Malam Itu

Perbincangan Malam Itu                            Kemarin malam sempat ngobrol dengan mbakku, Icha Rahmawati, yang baru saja menyelesaikan suatu training di Tasikmalaya. Banyak sekali ilmu yang aku pribadi dapatkan, terutama terkait dengan keperempuanan. Kebetulan memang aku ingin ikut juga, namun karena ada suatu tanggung jawab yang harus di tuntaskan maka aku belum kunjung berangkat.       Mba icha sempat menanyaiku "kenapa pengen berangkat?" ya aku jawab "pengen menambah ilmu mba" mba icha menyahut "memang masalah keperempuanan apa yang kamu tau?" kemudian aku menjelaskan lah apa saja masalah perempuan yang pernah aku baca, mulai dari kekerasan, pelecehan, ketidakadilan dalam bidang pekerjaan maupun organisasi, partriarki dsb. Kemudian mba icha juga menjelaskan bahwa sebetulnya masalah perempuan juga terlihat dari iklan yang nampak di TV, karena bila kita amati secara seksama iklan-iklan ya...

Perempuan di tengah Masyarakat

Perempuan di tengah Masyarakat     Hai! Assalamualaikum! Perkenalkan namaku Shinta Rahmasari. Aku adalah salah satu mahasiswi yang berkuliah di jurusan ilmu hukum di Fakultas Hukum UNS. Aku berasal dari Solo dan saat ini berumur 19 tahun. Sebetulnya aku membuat blog karena ingin berbagi keresahan yang lama kurasakan di tengah masyarakat kita sekarang. Harapanku untuk kalian yang membacanya, bisa menambah pengetahuan dan membuka pola pikir lebih luas lagi. Aku tidak ingin menyinggung pihak manapun, hanya sekedar berekspresi di jejaring sosial. Bagi yang sepemikiran denganku, mungkin blog ini akan cocok untuk kalian. Akan tetapi, jika ada yang memiliki perbedaan pandangan akupun tidak menghakimi kalian karena sesungguhnya orang-orang berhak berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Tanpa lama-lama aku akan memulai pembahasannya, ya!      Dalam beberapa platform sosial media yang aku jumpai, sering sekali aku menjumpai hal yang berkaitan dengan pere...